Passion and Spirit

Passion and Spirit
Antara nyata dan maya
Tampilkan postingan dengan label Bank Mandiri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bank Mandiri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Juli 2014

Berlian Itu Indah Karena Ditempa (Untuk Teman Seperjuangan di Mataram)

Aku paham daya ketahanan tiap orang berbeda-beda. Aku sadar dalam tekanan yang sama pun, tiap orang akan mengalami effort yang berbeda. Dan aku juga tahu betul, pandangan setiap orang terhadap masalah berbeda. Blog ini, khusus aku tujukan untuk kalian berdua : Nindya dan Shandra; teman seperjuangan ODP yang ditugaskan di Area Mataram.

Sebenarnya, aku sama tertekannya seperti kalian berdua. Sama, gak ada bedanya. Sama, bagiku berat juga merantau di tempat yang tak pernah aku bayangkan.
Tapi aku harus kuat, lebih kuat dari kalian berdua, itu karena kalian berdua juga. Setidaknya aku tidak sendirian di sini, ada kalian yang menemani. Setidaknya aku tidak memulai dari nol.
Dan lebih dari itu, kalian cewek dan aku cowok. Jika kalian saja bisa mencoba kuat di sini, maka aku harus lebih dari kalian. Tidak mungkin aku terlihat lemah di depan kalian.

Pernahkah terpikir kalau kalian luar biasa ?
Mau mencoba menjalani tugas ini, dimana tidak semua orang mampu seperti kalian.
Mau keluar dari comfort zone, dimana tidak semua orang mau untuk berada di posisi seperti kalian.
Mau berusaha menyesuaikan, dimana tidak semua orang dapat seperti kalian.
Mau belajar hal-hal baru, dimana tidak semua orang bisa seperti kalian.
Mau menjalani di tengah ketidakpuasan, dimana tidak semua orang bisa se-ikhlas kalian.
Mau mencari hal positif, dimana mungkin beberapa orang sudah berpikir untuk menyerah.
Mau untuk mandiri jauh dari keluarga, dimana mungkin beberapa orang sudah malas bahkan untuk membayangkannya.
Mau menerima surat tugas dari HC, dimana mungkin beberapa orang sudah menggerutu sebelum melakukannya.
Mampu bekerja sebagai seorang CSO Bank Mandiri yang terkenal superhero, dimana tidak semua orang sanggup seperti kalian.
Lebih dari itu, kalian cewek. Tapi kalian berani untuk menjalani itu semua, dimana tidak semua orang berani seperti kalian, bahkan cowok sekalipun.

Kalian sebenarnya mampu, dan kalian sudah melakukannya. Kalian berada di tengah jalan kawan, kalian sudah memulainya dan menjalaninya. Apa yang kalian ragu untuk melanjutkannya ??
Dalam melakukan "jalan", yang terberat adalah melakukan "langkah pertama", karena "langkah kedua" dan seterusnya tidak lebih dari pengulangan "langkah pertama".
Berhentilah mendaki ke puncak, bukan karena kalian malas untuk mencapai puncak, tapi berhentilah ketika dalam perjalanan ke puncak, kalian menemukan gunung yang lebih menantang untuk didaki.


Last words....
Rumput tetangga selalu lebih hijau, sering kalian (dan aku juga) memandang seperti itu.. Tapi sebenarnya lebih banyak lagi orang-orang lain, yang melihat rumput kalian lebih hijau.

FIGHTING !!!
»»  Baca Selengkapnya...

Sabtu, 21 Juni 2014

Surya The Explorer : Dari Kuliner Mataram Hingga Gili di Pojok Timur-laut

Curhatan seminggu pertama di Mataram, Pulau Lombok. Banyak yang bilang iri sama aku karena aku ditempatin di tempat yang katanya lebih indah dari Bali. Disini banyak tempat-tempat indah, dengan tawaran wisata alam yang eksotis menjanjikan. Tapi pernahkah kalian sadar, tidak mudah bagiku bisa menerima tempat ini sekejap mata. Butuh proses, keluar dari comfort zone, bahkan sangat-sangat keluar, butuh waktu bagiku.

Kata temen-temen : "Waaahh~ enak ya sekarang di Pulau Lombok, tempat wisata, aku juga pengen kesana !"
Kataku : "Waiyo donk, jelaass, disini gue jadi anak pantai... eperidei is holideeeeiii"
Kataku dalam hati (yang sejujur-jujurnya) : "Hellooo~ di sini aku bukan mau wisata, tapi bekerja mencari sesuap nasi. Di sini aku sendirian, kalau kelaparan ya bakal kelaparan, jauh dari keluarga inti. Bahkan aku sekarang jadi perantauan terjauh di keluarga besarku. Kalai boleh tukeran, sini kalian saja yang menetap di Mataram dan aku yang di Jawa. Tidak ada yang lebih berharga dari bisa bertemu sanak saudara kapanpun kita ingin."

Tapi apa mungkin aku menunjukkan betapa "berat" bagiku di sini pada orang-orang, sementara ibuku sendiri sudah merestui ?? Tentu saja TIDAK !! Yang akan (dan harus dan pasti) kulakukan adalah mencintai tempat baru ini, beserta seluruh fenomena dan isinya, serta membuktikan ekspektasi orang-orang yang sebelumnya bilang "iri" aku bisa ke lombok. Yepss...aku akan menjukkan betapa nyamannya aku bisa di sini, dan betapa indahnya tempat wisata di Lombok. Tidak usah terburu-buru, karena waktuku di sini cukup panjang.

Hal-hal yang sudah kulakukan sejak masih di Jakarta, dan belum di Mataram adalah : 1. Browsing tempat-tempat wisata; 2. Browsing rumah makan khas daerah dan rumah makan rekomendasi; 3. Download peta wisata dan cara backpacker di Lombok.
Semua seolah menunjukkan kesenangan, ya iya laaaah, semua situsnya cerita kalau mereka PIKNIK dan WISATA ke Lombok, datang dan pergi, bukan menetap dalam jangka waktu yang gak ditentukan kayak aku. Hauwaaa~ haum~

Setelah di hari pertama di Lombok mencoba icip-icip Sate Rembiga Ibu Sinnaseh yang maknyusss. Kemudian menjalani satu minggu pertama kerja, gak akan ada cerita-cerita tentang maslah kerjaan di sini, it's time to culinry meeeennn.....
Buruknya di sini adalah, aku (kami bertiga, anak ODP), tidak ada kendaraan sama sekali, terkendala transportasi untuk menjelajah tempat ini.

Kuliner khas Lombok yang dicari berikutnya adalah Nasi Balap Puyung, yang katanya sangat pedas. Kuliner ini, berisi nasi yang dilengkapi suwiran daging ayam yang diolah pedas, dilengkapi kedelai yang digoreng dan ebi / udang-udang kecil. Enaak, cocok sama lidah orang Jawa. Yang aku sedikit kecewa itu, katanya pedas, tapi nyatanya nggak juga. Makanan khas lagi adalah ote-ote, ini kalau di Jawa tu sejenis bakwan. Gorengan dari tepung yang dicocol pake kuah sambal. Aku bukan penggemar bakwan, tapi ini lain, ini enaaaak jauh lebih enak dari bakwan. Wkwkwkwk~
Nyobain juga rumah makan yang katanya rekomendasi : Omah Baso dan Mama's steak. Dari nama aja dah keliatan kan, yang satunya jualan bakso yang satunya jualan steak. Rumah makan ini populer di Mataram, dan sangat direkomenasikan. Enak, tapi ya gitu deh, cukup nguras ongkos. Tapi layak dicoba kok kalau kalian berkunjung di Mataram. Omah Baso terletak di Jalan Brawijaya, sedangkan Mama's steak ada di Jalan Panca Usaha (selatannya Mataram Mall persis).


Setelah weekdays mencoba beberapa makanan sini, akhirnya tiba juga weekend. Jadwal kita adalah : snorkeling di "Northeast Gilis" di Lombok diajak oleh teman kantor (yang dipimpin oleh mas Doddy, SR Bank Mandiri AA Gde Ngurah). Gili itu artinya pulau. Kalau denger kata Gili, pasti identik sama Gili Trawangan. Nggak salah sih, karena tempat itu populer di Lombok, banyak wisatawan dan turis berbondong-bondong ke situ. Tapi bagi penduduk lokal, katanya Gili Trawangan itu biasa aja, masih banyak yang lebih indah. Gili Trawangan cuma menang fasilitas dan akses kesana.
Akhirnya tujuan kita adalah : Gili Kondo. Yang terletak di kepulauan kecil di timur laut Pulau Lombok. Butuh waktu sekitar 2-3 jam perjalanan ke sana dari pusat kota Mataram, menggunakan mobil. Tempat itu dapat diakses melalui Jalan Raya Narmada - Jalan Raya Matang.
Setelah sampai di bibir pantainya, kami menyewa kapal untuk menuju Pulau Kondo, harganya cukup murah, sekitar 70rb itu sudah termasuk alat untuk snorkeling (kalau banyak orang, makin murah karena iuran kapalnya jadi enteng). Tapi sebelum sampai di Gili Kondo, kapal berhenti beberapa kali untuk menikmati tempat wisata yang ada, yaitu : 3 titik selam yang menyajikan terumbu karang yang indah dan banyak sekali ikan, pulau dari pasir karang yang sangat indaaaah, dan wisata mengelilingi hutan bakau,, sebelum akhirnya tiba di Gili Kondo. Sayang, saat itu laut sedang surut, jadi gak bisa lihat hutan bakau, karena kapal terhalang karang yang dangkal.
Aku gak bisa cerita betapa indahnya tempat ini. Yang jelas, wajib kalian coba. Karena ini sangat menarik dan yang penting murah. Speechless sama keindahannya, cuma bisa kusampaikan dengan sekelumit gambar saja. :)


Setelah puas berwisata. Saatnya pulang, dan mampir rumah makan yang menu utama nya bakso (bakso lagi, bakso lagi). Kata temen-temen kantor, ini bakso paling enak se-Mataram. Agak alay sih, wkwkwk~, tapi emang enak.
Sayangnya aku lupa nama tempatnya apa.


See you next story ~
FIGHTING !!
»»  Baca Selengkapnya...

Jumat, 20 Juni 2014

Surya The Explorer : Lombok's Welcome Gift (Week 0)

Karena emang niatnya mau share pengalaman di Lombok, jadilah kutulis di sini saja. Masih cerita seputar flashback di hari pertama tiba di pulau Lombok, yaitu tertanggal 1 Juni 2014, mendarat di bandara Lombok Praya International Airport yang terletak di Praya.

Begitu tiba langsung dijemput oleh Bapak Yusuf (Operasional Manager) dan Bapak Wiryadi (GA Officer) dari Bank Mandiri Area Mataram, diantarkan menuju kantor Area Mataram. Katanya sih, kantor Bank Mandiri Area Mataram adalah bangunan tertinggi di Mataram saat ini. Emang bagus dan megah, kliatan mewah.


Dari situ kemudian dijemput oleh kerabatnya Nindya (temen ODP seperjuangan di Mataram), dan diajak mutar-mutar keliling kota Mataram, yang aduhai ternyata sempit sekali kota intinya. Cuma sebentar saja, pusat kotanya sudah sukses dikelilingi. Tapi memang sih, kota ini tidak memberikan fasilitas perkotaan sebagai sajian utamanya. Kota ini, atau mungkin lebih tepatnya pulau ini, lebih mengutamakan keindahan wisata alamnya dan dipadu padan dengan kelezatan wisata kulinernya.
Sebenarnya aku benci pantai, tapi begitu tiba di pulau ini, mau gak mau harus suka dengan pantai sebagai menu wisata utamanya. Mulai dari pantai Senggigi, pantai Kuta, pantai Pink, Gili Trawangan, dan sebagainya.

Gak akan cerita banyak di blog kali ini (karena emang gak ada yang bisa diceritakan, hehehe). Di hari pertama di Mataram ini, kita mengunjungi Ampenan. Daerah yang dulunya merupakan pelabuhan (sebelum dipindah ke Lembar). Di sini ada pantai, namanya pantai Ampenan. Nothing special di pantai ini, biasa saja. Tapi sebagai welcome gift, not bad lah,, hari pertama, dah piknik.
Sehabis itu mampir ke rumah makan yang pernah dikunjungi Pak Bondan (yang hobi mak nyus), namanya Sate Rembiga. Sumpaaah, ni sate enak banget. Padahal tergolong sate kering, gak perlu diguyur atau dicocol kuah/bumbu lagi. Ada juga plecing kangkung, ini juga enak. Di sini emang surga kuliner.




Mungkin ini saja teaser awal kisahku di pulau perantauan, lanjut di kisah "Week 1".
NB : bagi kalian yang belum pernah ke Lombok, Indonesia gak cuma punya Bali lho, di sini juga Indah !!

FIGHTING !!!
»»  Baca Selengkapnya...

Minggu, 15 Juni 2014

Lombok 2nd Story : Harap Harap Cemas

Penugasan dari HC (Human Capital) Bank Mandiri membawaku ke pulau ini, pulau yang sebagian orang menganggap "lebih cantik daripada Bali". Pulau itu adalah Pulau Lombok, lebih detailnya, sekarang aku ada di Cakranegara, salah satu kecamatan di Kota Mataram. Banyak teman-teman yang bilang, "Waaah~ enaknya di Lombok, pulau yang indah, tempat wisata", dan sebagainya. Tapi apa yang orang tahu, tentang apa yang sebenarnya aku rasa ??

Waktu pesawat hendak turun, dari atas kulihat hanyalah padang hijau penuh akan hutan, gunung, dan sawah. Indah memang, tapi ada kalanya aku (kita : aku, Nindya, dan Shandra) juga butuh "peradaban" dan bangunan-bangunan. Mungkin ini benar-benar di pelosok, pikirku, sempa khawatir. Tapi begitulah Praya, Lombok Tengah. Dari Praya, aku dijemput Pak Yusuf, Operasional Manager dari kantor dan dibawa menuju kota Mataram,, yeps, surat tugas untuk kita dari kantor pusat bertuliskan "AREA MATARAM". Kota yang sepi, tapi lumayanlah. Ada mall, ada hiburan, ada KFC, PH, Mc.D, Gramedia, dll, tapi tak ada bioskop (T.T)..
Overall, not bad laah, ada hiburan bangunan dan ada wisata alam, dilengkapi kualitas wisata kuliner disini yang menggiurkan. Aku bisa betah di sini dan bisa juga membuat beberapa orang yag ingin berwisata di Lombok merasa iri. Bersyukur ditempatkan di kota ini, Mataram.


Namun rasa lega itu ta bertahan lama. Pak Yusuf menjelaskan : "Area Mataram ini luas sekali, mencakup Nusat Tenggara Barat (NTB) sampai Nusa Tenggara Timur (NTT), dan kalian harus siap ditempatkan di sepanjang kepulauan Nusa Tenggara ini. Kalian masih muda, banyak-banyaklah mengambil pengalaman dengan merantau lebih jauh".
Enough~... Mataram is OK, sesepi-sepinya Mataram, masih mending di sini kota. Tapi kita harus siap kapanpun dipindahtugaskan oleh pihak Area di manapun di kepulauan Nusa Tenggara.
Mataram itu kota yang enak, tapi kalau jauh ke timur, kata orang-orang sini, kurang enak. Daerah lebih pelosok, terkadang susah air, minim hiburan, minim fasilitas infrastruktur kota (kecuali Kupang), yang paling penting : makin susah balik ke Jogja karena gak ada penerbangan langsung, dll...

Dari NTB hingga NTT. Dari Mataram hingga Kupang. Dari cabang Ampenan hingga cabang Atambua (yang mepet banget sama Timor Timur). Dari Pulau Lombok sampai Pulau Timor. Dari sebelah kirinya Pulau Komodo hingg sebelah kanannya Pulau Komodo.
Jaaaauuuuhhh... cakupannya ibarat dari Bandar Lampung hingga Denpasar, lebih jauh dari jarak ujung ke ujung Pulau Jawa.
Jauh pun, asal masih satu daratan, masih tergolong nyaman buat dijalani. Sayangnya, ini sudah beda daratan, berbentuk kepulauan, dimana daerahnya banyak yang terpencil dan minim fasilitas.


Awal hingga pertengahan Juli (kira-kira), bakal ada panggilan dari HC Pusat di Jakarta, untuk SK yang lebih lanjut lagi. SK itu berisi, apakah kita akan dipindahtugaskan di tempat lain (SK baru), atau tetap bertahan di SK yang sebelumnya.
Kalau bertahan dengan SK lama, yang bertuliskan "Area Mataram", maka harus siap di sepanjang kepulauan tersebut.

Harap-harap cemas.
Tapi mau gak mau harus dihadapi.
Sehabis panggilan dari HC Pusat untuk tanda tangan kontrak yang baru itu. Nasibku ditentukan lagi, untuk kedua kalinya oleh para HC. Jika dipindahtugaskan, dan di Jawa, aku akan sangat bersyukur.
Tapi jika tetap di Area Mataram, dan dapat yang agak jauh ke timur lagi,,, akan ada lebih banyak kisah yang bisa kuceritakan...

FIGHTING !!!
»»  Baca Selengkapnya...

Jumat, 13 Juni 2014

Lombok : My Next and Newest Journey

Lama banget nggak nulis blog. Di sini, sinyal internet untuk provider langgananku nggak ada sama sekali. Mau gak mau, untuk sementara nulis blog pakai SmartPhone. Dimana aku ?? Lombok !! Bagaimana bisa aku di sini ?? Ini karena ulah surat.

Beginilah kisahnya...

2 minggu lalu. Tanggal 30 Mei 2014, kami seluruh anak-anak ODP Bank Mandiri Regional 28 dikumpulkan di sebuah gedung yang disebut Plaza Mandiri. Sore itu, kami semua penuh harap-harap cemas, dag dig dug, dan rasa khawatir yang meluap-luap menanti sebuah pengumuman : OJT PENEMPATAN.
Tak bisa dipungkiri, penempatan ini akan merubah jalan cerita dalam kehidupan kami semua. Dan ironisnya, semua seolah-olah ditentukan oleh para HC (Human Capital).

Dan tibalah saatnya....
Aloysius Rico, CBC Samarinda floor Tarakan. Itulah nama yang dipanggil pertama kali. Cukup kaget mendengar pengumuman itu. Dan pengumuman-pengumuman berikutnya, sebagian besar jatuh ke luar Jawa.

Aku duduk deret ke tiga, di ujung paling kiri ku ada Nindya, dan sebelah kiri ku persis ada Shandra.
Pengumuman berlanjut...

Nindya Tri Kusumawardani, Area Mataram (KanWill Denpasar) ; Nindya diam seperti tak mampu berucap apapun.
Shandra Kusumadewi, Area Mataram (KanWill Denpasar) ; kulihat pandangan shock di mata Shandra.
Surya Budi Haryono,,,,,,akhirnya namaku dipanggil,,,, Area Mataram (KanWill Denpasar).

Shock dan stun selama beberapa detik. Otak mencoba menerawang peta Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dan berhasil mendefinisikan Mataram sebagai ibukota Nusa Tenggara Barat yang ada di Pulau Lombok. Yak ~ Lombok !!
Tahapan selanjutnya yang dilakukan otakku adalah POSITIF THINKING. Akibat dari ujian (hidup) yang selalu dialami, sepertinya sudah bisa mulai belajar positif thinking.
LOMBOK !!! Ini namanya liburan dibiayai. Aku terus berfikir seperti itu, mencoba mengikis harapan ditempatkan di Jawa, mencoba mengalihkan perasaan yang kalang kabut kacau, bener-bener aku gak bisa mendifinisikan apapun. Mencoba bersyukur, sekalipun ditempatkan di bagian funding, padahal sangat ingin di bagian lending.

Hal yang bisa kulakukan, pasrah dan menerima sepucuk surat penempatan (Surat Tugas) dan tiket pesawat yang sudah disediakan, dan mendengar pengarahan demi pengarahan dari kantor.


Hari Sabtu berikutnya. Dimana akhirnya bisa menelepon ibu, setelah hari Jumat malam kemarin baru sempet memberi kabar pada bapak. Kupikir ibu bakal shock dan khawatir anaknya ini pergi jauh (dulu pas awal-awal aku mutusin merantau ke Jakarta, ibu khawatir banget, apalagi sekarang, aku ke luar pulau). Tapi aku salah, nada bangga kudengar dari setiap kalimatnya, seperti tanpa ragu menyemangatiku dan mendukung seluruh jalan pilihanku dan karirku. Karena itu, tak mungkin aku mengumbar cerita ke ibu, kalau sebenarnya aku masih pengen di Jawa.
Karena ibuku, aku maju tanpa ragu, yang kata orang : carilah pengalaman di tanah seberang.

Tanpa ragu lagi dan penuh semangat, kulambaikan tangan perpisahan kepada teman-temanku, kepada Jakarta, kepada Jogja, kepada Pulau Jawa.
Pukul 13:50 WIT, kuinjakkan kakiku pertama kali di Lombok Praya International Airport.
Dan di sinilah, cerita baruku bermula !!

FIGHTING !!!!


»»  Baca Selengkapnya...

Sabtu, 01 Februari 2014

Sharing Pengalaman Seleksi Kerja ODP Bank Mandiri

ODP, kependekan dari Officer Development Program, bisa diartikan sebagai suatu program yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk “mendidik” calon karyawannya sehingga memiliki kemampuan mumpuni untuk menempati suatu posisi di dalam manajerial. Di perusahaan yang berbeda, ODP memiliki istilah yang lain yang serupa atau setara semisal MDP, BDP, PPS, MT, dll.

ODP Bank Mandiri merupakan salah satu ODP yang banyak dicari oleh para jobseeker. Kebetulan, aku ini lulusan UGM, jadi sering liat situs ECC UGM. Dan pasti, ODP Bank Mandiri selalu di-apply oleh ribuan jobseeker di setiap recruitmentnya. Di blog ini, aku mau sedikit membagi urutan tahapan proses ODP Bank Mandiri, dengan sedikit curhatan pengalaman pribadi saat melakukannya. Yak, itung-itung sebagai nadzar pribadi. Hehehe~
Berikut tahapan seleksi ODP Bank Mandiri (tahapan aslinya, acuhkan nomor 1 dan 8, hehe) :

1. CV Screening
Sebenarnya ini bukan tahapan formal yang biasa disebutin oleh pihak Bank Mandiri. Tapi fakta bahwa ada CV Screening tidak bisa dipungkiri. Ribuan pendaftar yang meng-apply sebagai calon ODP Bank Mandiri, disaring sekian banyaknya hingga tertinggal beberapa ratus orang.
Bank Mandiri sebenarnya punya target universitas yang biasa jadi langganan peserta ODP.
Syarat utama yang biasa tertera di job vacancy antara lain :
Lulusan S1 dan S2
IPK minimal 3.00 untuk S1 dan 3.00 untuk S2 dengan syarat memiliki IPK 3.00 saat S1
Usia maksium adalah 25 tahun untuk fresh graduate dan 27 tahun untuk yang sudah memiliki pengalaman kerja maksimum 1 tahun
Bersedia mengikuti ikatan dinas 4 tahun, dan tidak menikah selama mengikuti training.

2. First Interview (Walk-in interview)
Sebelum interview dilakukan, peserta diberi pengarahan dan pandangan awal yang lebih jauh mengenai ODP itu sendiri. Penjelasan mengenai adanya ODP Nasional dan ODP Regional, dan kesiapan kita jika dipilih menjadi peserta ODP Nasional maupun Regional. Aku cukup tertarik dengan penjelasan ini, namun cukup shock juga waktu dibilang interview menggunakan bahasa Inggris, karena jujur, aku tanpa persiapan sama sekali.
Tahapan ini merupakan interview pertama. Interview ini dilakukan dengan panel, dimana 1 pewawancara mewawancarai 5 orang peserta calon ODP sekaligus. Pertanyaan yang diajukan cukup umum, semisal tentang perkenalan diri kita, keseharian kita, pengalaman organisasi ataupun pengalaman kerja kita, motivasi kerja kita (terutama motivasi mendaftar ODP Mandiri), dan lain-lain. Pertanyaan yang diajukan cukup variatif, tiap peserta bisa sangat berbeda. Yang penting, jawablah dengan meyakinkan bahwa kita cukup layak untuk menempati posisi ini. Yang terpenting, interview ini dilakukan dengan menggunakan bahasa Inggris.
Setelah selesai interview, kita disuruh menunggu sebentar. Kemudian di panggil di meja yang berbeda. Di situ ada petugas lain, yang membawa “White Ticket” yang diberikan kepada peserta yang lolos. Untung aja, aku bisa dapet tu ticket yang isinya undangan buat mengikuti  tes TOEFL yang dilaksanakan 1 minggu lagi (kalau nggak salah inget).

3. TOEFL test
Tes TOEFL yang digunakan adalah tes TOEFL ITP. Sebenernya aku sendiri gak tau dengan jelas, apa bedanya TOEFL biasa dengan TOEFL ITP. Kata temen sih, itu semacam standard tes TOEFL, yang lumayan ketat, bagus, dan berkualitas. Dan bener saja, tes TOEFL nya sangat susah (menurutku), maklum kemampuan bahasa Inggris standard-standar aja. Rumornya sih, syarat buat lolos tes ini adalah memiliki skor TOEFL di atas 500.
Kata pihak Bank Mandiri nya, yang lolos akan dihubungi 2 minggu lagi. Sampai 2 minggu kemudian, gak ada kabar dari Bank Mandiri. Sempet hopeless, tapi hampir 3 minggu barulah ada pengumuman, dan dinyatakan lolos ke tahap berikutnya.
Tes TOEFL merupakan tes yang menentukan apakah peserta akan masuk ODP Nasional atau Regional, tentu saja yang skor TOEFL nya lebih tinggi akan berhak mengikuti ODP Nasional. Rumus nya katanya seperti ini 450 < ODP Regional < 500 < ODP Nasional.
Katanya orang-orang sih seperti itu..... Pihak Mandiri nggak kasih tau syarat lolos tes ini sih..

4. Aptitude test (SHL test)

Aptitude test semacam psikotest gitu lah. Tapi menurutku cukup susah. Dalam tes ini, Bank Mandiri bekerja sama dengan pihak independen, yaitu SHL. Untuk contoh tes nya, dapat dilihat di situs-situs penyedia tes SHL.
Tes ini dibagi 3 tahapan :
  • Tes verbal, yaitu tes yang berhubungan dengan logika bahasa. Lebih ke arah menarik kesimpulan terhadap suatu pernyataan-pernyataan verbal. Tapi bukan kayak premis-premis gitu lho, yang ini lebih kompleks. Jadi semacam menilai suatu kalimat berdasarakan suatu bacaan, apakah kalimat itu berfakta benar, salah, atau tidak dapat disimpulkan tanpa informasi tambahan.
  • Tes nominal, yaitu tes yang berhubungan dengan hitungan angka. Namun tes disini sedikit berbeda, perhitungan yang dilakukan adalah perhitungan grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya. Dan semuanya berkaitan dengan masalah ekonomi.
  • Tes kepribadian. Tes ini dilakukan dengan cepat, cukup menjawab sesuai dengan kepribadian kita. Tidak ada jawaban benar ataupun salah. Yang terpenting adalah menjawab dengan apa adanya.
Tes Aptitude ini salah satu tes yang menentukan apakah seseorang berhak masuk ODP Nasional atau Regional. Yang berhak menjadi ODP Nasional adalah yang memiliki aptitude bagus dan skor TOEFL yang tinggi. Jika salah satu saja tidak terpenuhi, namun tetap dinyatakan lolos, maka akan masuk sebagai ODP Regional.
Sama kayak pengumuman tes TOEFL. Sempet hopeless setelah 2 minggu tanpa kabar, namun kemudian dikasih pengumuman buat mengikuti LGD.

5. LGD
LGD, atau Leaderless Group Discussion (mungkin di tes kerja perusahaan lain, lebih populer dengan nama FGD atau Focus Group Discussion). Tes ini merupakan tes “debat” (biarpun sebenarnya bukanlah debat) dalam menghadapi suatu masalah. Tiap peserta diberi kesempatan menentukan argumen terhadap masalah yang disajikan. Masalah yang diangkat di tes LGD kali ini, adalah masalah ekonomi suatu perusahaan, dimana kita berada di posisi sebagai konsultan ahli yang sedang diminta untuk memberi solusi terhadap masalah suatu perusahaan yang sedang menghadapi masalah kritis karena pelbagai faktor. Cukup kompleks sebenarnya, karena data yang tersaji sendiri cukup banyak (sekitar 8 halaman kalau gak salah inget). Jawaban ku, menurutku sih cukup bagus, dengan argumen yang kuat juga, biarpun sedikit banget ngomong, yang lain banyak yang pada jago banget ngomong.
Ada kejadian unik di batch ku, mungkin berbeda dengan batch-batch lainnya. Sebelum LGD dimulai, kita diberi informasi kabar baik dan kabar buruk. Kabar baiknya, semua yang di ruangan LGD (1 kelompok LGD) dinyatakan lolos ODP Nasional. Kabar buruknya, pengumuman lolos tersebut belum final, karena siang setelah LGD, semua peserta baik ODP Nasional maupun Regional harus melakukan tes TOEFL sekali lagi. Alasannya, data tes TOEFL yang kemaren tidak bisa dipakai.
Banyak asmusi beredar diantara para peserta. Ada yang bilang, hasil tes TOEFL kemarin hilang (agak aneh sih, soalnya kan ada yang gugur di tes tersebut). Ada juga yang bilang, hasil tes TOEFL menunjukkan peserta ODP Nasional yang terlalu banyak dalam suatu lokasi seleksi (31 orang) sehingga perlu disaring sekali lagi. Apapun alasannya, yaaa, mau gak mau kita tes TOFL sekali lagi siangnya. Yang ternyata, lebih susah soalnya ketimbang tesTOEFL yang pertama, biarpun menurutku listeningnya di tes TOEFL kedua ini lebih enak didengar tapi bagian grammarnya susah banget buatku. Just do my best, aja wes. Sambil pasrah.
Pengumuman cukup lama banget, sekitar 3 minggunan. Mungkin karena kebentur liburan Natal dan Tahun Baru. Yang penting, aku bisa lolos ke tahap berikutnya : Medical Check Up.

6. Complete Medical Chek Up
Katanya sih, kalau udah sampai sini 80% lolos. Ya, semoga emang gitu. MCU yang dilakukan cukup lengkap. Prosesnya 2 hari. Disuruh puasa dulu, minimal 8 jam sebelum Medical Check Up, tau kan, makan atau minum susu dapat mengubah kadar gula dalam darah, dan sebagainya.
Aku pribadi sedikit khawatir, karena waktu MCU baru saja sembuh dari sakit demam tapi masih batuk. Sempet ditenangin ma dokternya, katanya kalau cuma batuk biasa sih, biasanya gak memberi penilaian buruk.
Untungnya benar begitu, 2 minggu kemudian keluar pengumuman buat mengikuti Final Interview. Dan diharapkan membawa berkas-berkas yang dibutuhkan untuk tanda tangan kontrak.

7. Final Interview
Final Interview dilakukan oleh beliau yang menempati setidaknya setara Senior Manager. Kata anak-anak di KasKus sih, peluang lolos dari interview ini lebih dari 90%. Final interview lebih menekankan kita terhadap kesiapan dan kemantapan kita dalam menjalani proses ODP ke depannya. Jadi yang terpenting adalah jawaban kita adalah YAKIN, maka semua akan baik-baik saja. Pertanyaan yang diajukan, beberapa hal mirip dengan interview awal, namun lebih mendalam. Dan menurutku, ada beberapa pertanyaan yang sebenernya mudah namun memberi dilema tersendiri untuk dijawab. But, all is well.
Jika lolos wawancara ini, maka akan langsung diadakan tanda tangan kontrak di hari itu juga atau bisa juga hari berikutnya jika waktu tidak memungkinkan.
Aku lolos tahapan ini, namun juga sedikit shock, karena sebelumnya masih masuk ODP Nasional, tetapi ketika diumumkan, akhirnya aku masuk ODP Regional. Mungkin tes TOEFL ku yang kedua kemaren menurun dibanding yang pertama. Kecewa sih, tapi apapun harus dijalani dengan yakin dan mantap, ini sudah menjadi jalan. :D

8. Contract Sign
Sebenernya ini bukan tahapan, tapi aku sekalian masukin aja. Jika semua tahapan di atas adalah tahapan yang hasilnya ditentukan oleh pihak Bank Mandiri, maka pada tahapan ini kita lah decision makernya. Kita diberi tawaran, apakah siap melanjutkan proses ODP, menandatangani kontrak dan siap menjalani segala konsekuansi sebagai peserta ODP Mandiri, atau apakah mau mengundurkan diri. Tentu saja, bagi (hampir) semua peserta, akan memilih terus maju. Sudah sejauh ini broo. Tapi aku katakan “hampir”, siapa tau ada yang mau batal. Di batch ku sih, gak ada. :)
So, disinilah aku. Peserta ODP Regional angkatan XX. Dengan ini aku jadi bagian dari ODP Bank Mandiri, bagian dari calon penerus manajerial Bank Mandiri (semoga lolos training, Amin). Dengan ini, aku jadi penduduk Jakarta untuk sementara selama training.

Just do my best !! Challenge accepted !!
»»  Baca Selengkapnya...