Passion and Spirit

Passion and Spirit
Antara nyata dan maya

Minggu, 02 Februari 2014

Albatross Force, Komunitas Cosplay yang Paling Berharga Bagiku

Cosplay... Tentunya sudah banyak yang pada tahu yak. :D ,, Cosplay bisa diartikan dengan costume dan playing, yaitu seseorang yang memerankan suatu tokoh imajinatif (komik, manga, anime, film, dsb) baik dari segi kostum pakaian dan perwatakan. Dan orang yang melakukan cosplay tersebut secara umum disebut cosplayer.


Untuk entry blog ini, aku bukan berniat cerita tentang apa saja yang pernah aku cosplay-kan. Aku cuma mau curhat tentang apa yang aku rasa terhadap suatu komunitas cosplay yang paling aku cintai : Albatross Force.
Dulu ini merupakan bagian dari hobiku, kehidupanku, passionku, semangatku, keluargaku, dan sebagainya. Sesuatu yang sulit sekali kupisahkan dari diriku, membentuk suatu comfort zone yang kuat.
Banyak hal yang aku alami di sini, A to Z lengkap, dari canda dan tawa sampai haru biru, dari kesenangan sampai amarah.
Di sini lah tempat terbanyak, aku bisa tumbuh berkembang, mengembangkan diri, dan mencari pengalaman berorganisasi.


Albatross Force, adalah komunitas cosplay di Jogja. Komunitas pecinta hobi jepang. Didirikan oleh Yzak atau Khrisna a.k.a Adam, 3 Mei 2007. Awalnya hanya berfokus pada cosplay dan cabaret saja, tapi terus berkembang hingga saat ini.Aku sendiri tergabung di Albatross 2 Agustus 2009 karena suatu "salah paham" jadi terpaksa ikut bergabung. Suatu kesalah pahaman yang membawa berkah bagi ku. Menurutku, Albatross bagaikan keluarga, biarpun penuh "intrik" dan lingkaran setan di dalam, tapi bersamanya sluruh apa yang ada di dalam diriku tertempa dengan pengalaman positif-negatifnya.

3 Mei 2010, tepat di Ultah Albatross, Yzak keluar dari Albatross. Karena terjadi masalah intern di Albatross yang tak dapat dihindari. Alhasil, Albatross pecah jadi 3 bagian : Genk Kerend (GK) yang dipimpin Ren, Phoenyx Multicosplayer Community (PMC) yang dipimpin Akuma, dan Albatross Force itu sendiri, yang waktu itu ketuanya RT. Kubu yang berada di GK sedikit berbeda pandangan dengan kubu PMC, sehingga memilih untuk membuat jalan sendiri-sendiri. Aku sendiri berada di pihak GK. Sebagai catatan, Genk Kerend terbentuk dianggap lahir tanggal 3 Mei 2010. Kata Ren, anak Albatross generasi pertama yang bisa dibilang anggota pertama Albatross (setelah Yzak), dulunya (sebelum aku bergabung) Albatross juga pernah pecah. Waktu itu beberapa anak yang keluar karena berbeda pendapat, dan membentuk Yakuza J-Community.




Kembali ke cerita di atas. Akhirnya Albatross masuk masa kelam tanpa prestasi, dan nyaris bubar. Kontradiktif dengan kondisi GK yang dominan dan naik daun, lebih dari Albatross dan PMC. AKhirnya setelah beberapa waktu lamanya, PMC bubar. Beberapa waktu kemudian, di tahun 2011, GK kembali ke Albatross. Dan resmi 3 Mei 2011, GK jadi satu kebali dengan Albatross. Di sini malah menjadi suatu keragaman. Karena banyak yang suka dengan perform GK (biarpun kadang kontroversional), maka Albatross sering tampil dengan nama Albatross itu sendiri yang mengutamakan cosplay/cabaret yang bermutu tinggi, atau bisa juga tampil dengan nama Genk Kerend yang tampil totalitas gila memparodikan segala hal menjadi sebuah pertunjukan lucu.

31 Desember 2012 - 1 Januari 2013. Albatross Force berkolaborasi dengan Amanogawa J-Community dan Anata J-Community (Alba-Amano-Anata = Triple A), membuat suatu kabaret untuk acara tahun barunan bareng, dan diberi nama Tim Gagal Move On 2013.
Mei 2014, Tim Gagal Move On 2012 ini kemudian berganti nama menjadi P3dJ03aN6 tJiNt4, yang merupakan kolaborasi dari komunitas Albatross Force dan Amanogawa.




8 September 2013, Albatross membentuk suatu grup dance yang dipimpin oleh Indah. Grup dance yang berdiri atas naungan Albatross ini bernama Al♥Beats. Grup dance yang meng-cover idol grup dari jepang. Beranggotakan 18 orang cewek "idol", dan direncanakan akan terus berkembang.


Dari tahun tahun ke tahun, anggota Albatross berkembang pesat. Di sini juga aku menemukan orang-orang yang aku sukai. Yak, dan jujur, sering terjadi lingkaran setan Albatross. Masalah individu yang mbleber jadi masalah komunitas. Tak urung, Albatross Force diplesetin jadi Albatross Lophe dengan logo Albatross berwarna pink.Wajar sih, semakin banyak orang, semakin muncul kompleksitas yang semakin beragam.
Hingga saat ini, Februari 2014, anggota Albatross mencapai hampir 60 orang.

Jujur, aku ingin terus berada di sekitar mereka. Tapi kenyataan berkata lain. Seorang laki-laki dewasa harus selalu siap menghadapi kenyataan pendewasaan diri. Dan di sini lah aku berada, jauh di luar Jogja, dan hanya bisa mendukung mereka dari jauh. Sebenernya, butuh waktu lama untuk bisa lepas dari comfort zone ini. Susaaaaaaaaaaaaah.
Tapi, just be brave to move on for your current comfort zone to find your future comfort zone.

Semangat buat Albatross !! Semangat buat Al<3Beats !!
I love you ALL !!!!

Aku.....
Anggota Albatross, Manager Albatross, Steering Commitee Albatross, Anggota Genk Kerend, Anggota Tim Gagal Move On, Anggota P3dJ03aN6 tJiNt4, dan Manager Al♥Beats...

Oh ya, yang mau bergabung ke Albatross, bisa deh hubungi Fb di : Albatross Force J-Community, atau Twitter di : @albatross_force


»»  Baca Selengkapnya...

Sabtu, 01 Februari 2014

Hari "Pertama" di Jakarta... Jakarta Keras Meeeeen ~ :D

Dolo jaman kecil, pernah sih tinggal di Jakarta, tapi sama orang tua. Pas sekolah / kuliah juga sempet beberapa kali di Jakarta buat study tour. Tapi ya, itu cuma numpang lewat lah istilahnya. Kemaren cari kos juga di Jakarta beberapa hari, tapi anggaplah ya itu gak usah di hitung.


Dan inilah hari pertamaku tinggal di ibukota negara Indonesia yang tercinta ini. Kota yang katanya metropolis, tapi macet, panas, dan banjir. Yeah~ ini musim ujan meeen, Jakarta langganan banjir. Gak terkecuali di daerah Kemang ini, yang katanya kalau ujan deres bisa ikut tergenang juga. Tapi kata ibu kos, kos di tempatku ini kagak kebanjiran, cuma kalau sebelah iya kena banjir (sebelahan sama sungai meeen, gila loe kalau banjir).
Marilah acuhkan masalah banjir, soalnya kayaknya sih masih aman-aman aja, kagak ada tanda-tanda abis ada genangan di daerah kos ini. I hope so, emang gak banjir dan gak akan pernah banjir. Ya sekalipun banjir, gak nyampe sini lah.

Gue (wesyeh, sekarang ngomongnya pake gue-gue eloe-eloe, wkwkwk) bingung mau ngapain di hari pertama ini. Hari ini Sabtu, masuk kerja Senin. Ya udah, seharian buat maen-maen aja dolo, bersih-bersih kos besok dah, tah juga kos'an juga belum selesai dibikin total.
Carilah makan pagi, di jalan Kemang yang katanya nih tongkrongan anak-anak gahoool gelak. Ya wajar sih, banyak cafe-cafe di sini. Tapi prihatin lah hidup di sini, cari makan pinggiran jalan yang pake grobak. Nemu dah Soto.
Me : Soto satu mangkok brapa'an bang ?
Abang penjual soto : 13rb bang
Me : Berantem aja yuk bang !! (gak beneran lho ngomong gini, wkwkwk~)
Gila meen, mahal amat.. kebiasaan hidup di Jogja kali ya, apa-apa serba murah. Di sini mahal amat cuma buat makan soto pinggir jalan aja.

Malem nya, iseng-iseng ke Lippo Mall Kemang, jalan-jalan cuci mata, dan sekalian blanja kebutuhan rumah tangga di Hypermart. E busyet, cewek-cewek mall di sini cakep-cakep yak, bening-bening. Emang bisa dah cuci mata. Pakaian nya juga banyak yang bisa dibilang "berani". Banyak bule-bule juga. Dan satu lagi, di sini bahasa Inggris dah jadi bahasa sehari-hari ya ?? Dari tadi prasaan banyak banget orang yang pake bahasa Inggris buat ngobrol ma temennya. Gila, jago dah ~ (y)
Btw, sekalian ngomongin cewek nih, pas jalan pulang (jalan kaki bro, biar sehat), banyak juga cewek-cewek nongkrong, entah di dalem mobil atau kongkow di pinggir jalan, lumayan banyak juga yang pada ngrokok. Wow~

Yeah... Inilah Jakarta, melihat segala sisi positif dan negatifnya...
Inilah Jakarta, tempat yang setidaknya bakal kutinggali 4 bulan di sini...
Inilah Jakarta, kesan di hari pertama...
Welcome to Jakarta !!!
»»  Baca Selengkapnya...

Sharing Pengalaman Seleksi Kerja ODP Bank Mandiri

ODP, kependekan dari Officer Development Program, bisa diartikan sebagai suatu program yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk “mendidik” calon karyawannya sehingga memiliki kemampuan mumpuni untuk menempati suatu posisi di dalam manajerial. Di perusahaan yang berbeda, ODP memiliki istilah yang lain yang serupa atau setara semisal MDP, BDP, PPS, MT, dll.

ODP Bank Mandiri merupakan salah satu ODP yang banyak dicari oleh para jobseeker. Kebetulan, aku ini lulusan UGM, jadi sering liat situs ECC UGM. Dan pasti, ODP Bank Mandiri selalu di-apply oleh ribuan jobseeker di setiap recruitmentnya. Di blog ini, aku mau sedikit membagi urutan tahapan proses ODP Bank Mandiri, dengan sedikit curhatan pengalaman pribadi saat melakukannya. Yak, itung-itung sebagai nadzar pribadi. Hehehe~
Berikut tahapan seleksi ODP Bank Mandiri (tahapan aslinya, acuhkan nomor 1 dan 8, hehe) :

1. CV Screening
Sebenarnya ini bukan tahapan formal yang biasa disebutin oleh pihak Bank Mandiri. Tapi fakta bahwa ada CV Screening tidak bisa dipungkiri. Ribuan pendaftar yang meng-apply sebagai calon ODP Bank Mandiri, disaring sekian banyaknya hingga tertinggal beberapa ratus orang.
Bank Mandiri sebenarnya punya target universitas yang biasa jadi langganan peserta ODP.
Syarat utama yang biasa tertera di job vacancy antara lain :
Lulusan S1 dan S2
IPK minimal 3.00 untuk S1 dan 3.00 untuk S2 dengan syarat memiliki IPK 3.00 saat S1
Usia maksium adalah 25 tahun untuk fresh graduate dan 27 tahun untuk yang sudah memiliki pengalaman kerja maksimum 1 tahun
Bersedia mengikuti ikatan dinas 4 tahun, dan tidak menikah selama mengikuti training.

2. First Interview (Walk-in interview)
Sebelum interview dilakukan, peserta diberi pengarahan dan pandangan awal yang lebih jauh mengenai ODP itu sendiri. Penjelasan mengenai adanya ODP Nasional dan ODP Regional, dan kesiapan kita jika dipilih menjadi peserta ODP Nasional maupun Regional. Aku cukup tertarik dengan penjelasan ini, namun cukup shock juga waktu dibilang interview menggunakan bahasa Inggris, karena jujur, aku tanpa persiapan sama sekali.
Tahapan ini merupakan interview pertama. Interview ini dilakukan dengan panel, dimana 1 pewawancara mewawancarai 5 orang peserta calon ODP sekaligus. Pertanyaan yang diajukan cukup umum, semisal tentang perkenalan diri kita, keseharian kita, pengalaman organisasi ataupun pengalaman kerja kita, motivasi kerja kita (terutama motivasi mendaftar ODP Mandiri), dan lain-lain. Pertanyaan yang diajukan cukup variatif, tiap peserta bisa sangat berbeda. Yang penting, jawablah dengan meyakinkan bahwa kita cukup layak untuk menempati posisi ini. Yang terpenting, interview ini dilakukan dengan menggunakan bahasa Inggris.
Setelah selesai interview, kita disuruh menunggu sebentar. Kemudian di panggil di meja yang berbeda. Di situ ada petugas lain, yang membawa “White Ticket” yang diberikan kepada peserta yang lolos. Untung aja, aku bisa dapet tu ticket yang isinya undangan buat mengikuti  tes TOEFL yang dilaksanakan 1 minggu lagi (kalau nggak salah inget).

3. TOEFL test
Tes TOEFL yang digunakan adalah tes TOEFL ITP. Sebenernya aku sendiri gak tau dengan jelas, apa bedanya TOEFL biasa dengan TOEFL ITP. Kata temen sih, itu semacam standard tes TOEFL, yang lumayan ketat, bagus, dan berkualitas. Dan bener saja, tes TOEFL nya sangat susah (menurutku), maklum kemampuan bahasa Inggris standard-standar aja. Rumornya sih, syarat buat lolos tes ini adalah memiliki skor TOEFL di atas 500.
Kata pihak Bank Mandiri nya, yang lolos akan dihubungi 2 minggu lagi. Sampai 2 minggu kemudian, gak ada kabar dari Bank Mandiri. Sempet hopeless, tapi hampir 3 minggu barulah ada pengumuman, dan dinyatakan lolos ke tahap berikutnya.
Tes TOEFL merupakan tes yang menentukan apakah peserta akan masuk ODP Nasional atau Regional, tentu saja yang skor TOEFL nya lebih tinggi akan berhak mengikuti ODP Nasional. Rumus nya katanya seperti ini 450 < ODP Regional < 500 < ODP Nasional.
Katanya orang-orang sih seperti itu..... Pihak Mandiri nggak kasih tau syarat lolos tes ini sih..

4. Aptitude test (SHL test)

Aptitude test semacam psikotest gitu lah. Tapi menurutku cukup susah. Dalam tes ini, Bank Mandiri bekerja sama dengan pihak independen, yaitu SHL. Untuk contoh tes nya, dapat dilihat di situs-situs penyedia tes SHL.
Tes ini dibagi 3 tahapan :
  • Tes verbal, yaitu tes yang berhubungan dengan logika bahasa. Lebih ke arah menarik kesimpulan terhadap suatu pernyataan-pernyataan verbal. Tapi bukan kayak premis-premis gitu lho, yang ini lebih kompleks. Jadi semacam menilai suatu kalimat berdasarakan suatu bacaan, apakah kalimat itu berfakta benar, salah, atau tidak dapat disimpulkan tanpa informasi tambahan.
  • Tes nominal, yaitu tes yang berhubungan dengan hitungan angka. Namun tes disini sedikit berbeda, perhitungan yang dilakukan adalah perhitungan grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya. Dan semuanya berkaitan dengan masalah ekonomi.
  • Tes kepribadian. Tes ini dilakukan dengan cepat, cukup menjawab sesuai dengan kepribadian kita. Tidak ada jawaban benar ataupun salah. Yang terpenting adalah menjawab dengan apa adanya.
Tes Aptitude ini salah satu tes yang menentukan apakah seseorang berhak masuk ODP Nasional atau Regional. Yang berhak menjadi ODP Nasional adalah yang memiliki aptitude bagus dan skor TOEFL yang tinggi. Jika salah satu saja tidak terpenuhi, namun tetap dinyatakan lolos, maka akan masuk sebagai ODP Regional.
Sama kayak pengumuman tes TOEFL. Sempet hopeless setelah 2 minggu tanpa kabar, namun kemudian dikasih pengumuman buat mengikuti LGD.

5. LGD
LGD, atau Leaderless Group Discussion (mungkin di tes kerja perusahaan lain, lebih populer dengan nama FGD atau Focus Group Discussion). Tes ini merupakan tes “debat” (biarpun sebenarnya bukanlah debat) dalam menghadapi suatu masalah. Tiap peserta diberi kesempatan menentukan argumen terhadap masalah yang disajikan. Masalah yang diangkat di tes LGD kali ini, adalah masalah ekonomi suatu perusahaan, dimana kita berada di posisi sebagai konsultan ahli yang sedang diminta untuk memberi solusi terhadap masalah suatu perusahaan yang sedang menghadapi masalah kritis karena pelbagai faktor. Cukup kompleks sebenarnya, karena data yang tersaji sendiri cukup banyak (sekitar 8 halaman kalau gak salah inget). Jawaban ku, menurutku sih cukup bagus, dengan argumen yang kuat juga, biarpun sedikit banget ngomong, yang lain banyak yang pada jago banget ngomong.
Ada kejadian unik di batch ku, mungkin berbeda dengan batch-batch lainnya. Sebelum LGD dimulai, kita diberi informasi kabar baik dan kabar buruk. Kabar baiknya, semua yang di ruangan LGD (1 kelompok LGD) dinyatakan lolos ODP Nasional. Kabar buruknya, pengumuman lolos tersebut belum final, karena siang setelah LGD, semua peserta baik ODP Nasional maupun Regional harus melakukan tes TOEFL sekali lagi. Alasannya, data tes TOEFL yang kemaren tidak bisa dipakai.
Banyak asmusi beredar diantara para peserta. Ada yang bilang, hasil tes TOEFL kemarin hilang (agak aneh sih, soalnya kan ada yang gugur di tes tersebut). Ada juga yang bilang, hasil tes TOEFL menunjukkan peserta ODP Nasional yang terlalu banyak dalam suatu lokasi seleksi (31 orang) sehingga perlu disaring sekali lagi. Apapun alasannya, yaaa, mau gak mau kita tes TOFL sekali lagi siangnya. Yang ternyata, lebih susah soalnya ketimbang tesTOEFL yang pertama, biarpun menurutku listeningnya di tes TOEFL kedua ini lebih enak didengar tapi bagian grammarnya susah banget buatku. Just do my best, aja wes. Sambil pasrah.
Pengumuman cukup lama banget, sekitar 3 minggunan. Mungkin karena kebentur liburan Natal dan Tahun Baru. Yang penting, aku bisa lolos ke tahap berikutnya : Medical Check Up.

6. Complete Medical Chek Up
Katanya sih, kalau udah sampai sini 80% lolos. Ya, semoga emang gitu. MCU yang dilakukan cukup lengkap. Prosesnya 2 hari. Disuruh puasa dulu, minimal 8 jam sebelum Medical Check Up, tau kan, makan atau minum susu dapat mengubah kadar gula dalam darah, dan sebagainya.
Aku pribadi sedikit khawatir, karena waktu MCU baru saja sembuh dari sakit demam tapi masih batuk. Sempet ditenangin ma dokternya, katanya kalau cuma batuk biasa sih, biasanya gak memberi penilaian buruk.
Untungnya benar begitu, 2 minggu kemudian keluar pengumuman buat mengikuti Final Interview. Dan diharapkan membawa berkas-berkas yang dibutuhkan untuk tanda tangan kontrak.

7. Final Interview
Final Interview dilakukan oleh beliau yang menempati setidaknya setara Senior Manager. Kata anak-anak di KasKus sih, peluang lolos dari interview ini lebih dari 90%. Final interview lebih menekankan kita terhadap kesiapan dan kemantapan kita dalam menjalani proses ODP ke depannya. Jadi yang terpenting adalah jawaban kita adalah YAKIN, maka semua akan baik-baik saja. Pertanyaan yang diajukan, beberapa hal mirip dengan interview awal, namun lebih mendalam. Dan menurutku, ada beberapa pertanyaan yang sebenernya mudah namun memberi dilema tersendiri untuk dijawab. But, all is well.
Jika lolos wawancara ini, maka akan langsung diadakan tanda tangan kontrak di hari itu juga atau bisa juga hari berikutnya jika waktu tidak memungkinkan.
Aku lolos tahapan ini, namun juga sedikit shock, karena sebelumnya masih masuk ODP Nasional, tetapi ketika diumumkan, akhirnya aku masuk ODP Regional. Mungkin tes TOEFL ku yang kedua kemaren menurun dibanding yang pertama. Kecewa sih, tapi apapun harus dijalani dengan yakin dan mantap, ini sudah menjadi jalan. :D

8. Contract Sign
Sebenernya ini bukan tahapan, tapi aku sekalian masukin aja. Jika semua tahapan di atas adalah tahapan yang hasilnya ditentukan oleh pihak Bank Mandiri, maka pada tahapan ini kita lah decision makernya. Kita diberi tawaran, apakah siap melanjutkan proses ODP, menandatangani kontrak dan siap menjalani segala konsekuansi sebagai peserta ODP Mandiri, atau apakah mau mengundurkan diri. Tentu saja, bagi (hampir) semua peserta, akan memilih terus maju. Sudah sejauh ini broo. Tapi aku katakan “hampir”, siapa tau ada yang mau batal. Di batch ku sih, gak ada. :)
So, disinilah aku. Peserta ODP Regional angkatan XX. Dengan ini aku jadi bagian dari ODP Bank Mandiri, bagian dari calon penerus manajerial Bank Mandiri (semoga lolos training, Amin). Dengan ini, aku jadi penduduk Jakarta untuk sementara selama training.

Just do my best !! Challenge accepted !!
»»  Baca Selengkapnya...