Passion and Spirit

Passion and Spirit
Antara nyata dan maya

Jumat, 20 Juni 2014

Surya The Explorer : Lombok's Welcome Gift (Week 0)

Karena emang niatnya mau share pengalaman di Lombok, jadilah kutulis di sini saja. Masih cerita seputar flashback di hari pertama tiba di pulau Lombok, yaitu tertanggal 1 Juni 2014, mendarat di bandara Lombok Praya International Airport yang terletak di Praya.

Begitu tiba langsung dijemput oleh Bapak Yusuf (Operasional Manager) dan Bapak Wiryadi (GA Officer) dari Bank Mandiri Area Mataram, diantarkan menuju kantor Area Mataram. Katanya sih, kantor Bank Mandiri Area Mataram adalah bangunan tertinggi di Mataram saat ini. Emang bagus dan megah, kliatan mewah.


Dari situ kemudian dijemput oleh kerabatnya Nindya (temen ODP seperjuangan di Mataram), dan diajak mutar-mutar keliling kota Mataram, yang aduhai ternyata sempit sekali kota intinya. Cuma sebentar saja, pusat kotanya sudah sukses dikelilingi. Tapi memang sih, kota ini tidak memberikan fasilitas perkotaan sebagai sajian utamanya. Kota ini, atau mungkin lebih tepatnya pulau ini, lebih mengutamakan keindahan wisata alamnya dan dipadu padan dengan kelezatan wisata kulinernya.
Sebenarnya aku benci pantai, tapi begitu tiba di pulau ini, mau gak mau harus suka dengan pantai sebagai menu wisata utamanya. Mulai dari pantai Senggigi, pantai Kuta, pantai Pink, Gili Trawangan, dan sebagainya.

Gak akan cerita banyak di blog kali ini (karena emang gak ada yang bisa diceritakan, hehehe). Di hari pertama di Mataram ini, kita mengunjungi Ampenan. Daerah yang dulunya merupakan pelabuhan (sebelum dipindah ke Lembar). Di sini ada pantai, namanya pantai Ampenan. Nothing special di pantai ini, biasa saja. Tapi sebagai welcome gift, not bad lah,, hari pertama, dah piknik.
Sehabis itu mampir ke rumah makan yang pernah dikunjungi Pak Bondan (yang hobi mak nyus), namanya Sate Rembiga. Sumpaaah, ni sate enak banget. Padahal tergolong sate kering, gak perlu diguyur atau dicocol kuah/bumbu lagi. Ada juga plecing kangkung, ini juga enak. Di sini emang surga kuliner.




Mungkin ini saja teaser awal kisahku di pulau perantauan, lanjut di kisah "Week 1".
NB : bagi kalian yang belum pernah ke Lombok, Indonesia gak cuma punya Bali lho, di sini juga Indah !!

FIGHTING !!!
»»  Baca Selengkapnya...

Minggu, 15 Juni 2014

Lombok 2nd Story : Harap Harap Cemas

Penugasan dari HC (Human Capital) Bank Mandiri membawaku ke pulau ini, pulau yang sebagian orang menganggap "lebih cantik daripada Bali". Pulau itu adalah Pulau Lombok, lebih detailnya, sekarang aku ada di Cakranegara, salah satu kecamatan di Kota Mataram. Banyak teman-teman yang bilang, "Waaah~ enaknya di Lombok, pulau yang indah, tempat wisata", dan sebagainya. Tapi apa yang orang tahu, tentang apa yang sebenarnya aku rasa ??

Waktu pesawat hendak turun, dari atas kulihat hanyalah padang hijau penuh akan hutan, gunung, dan sawah. Indah memang, tapi ada kalanya aku (kita : aku, Nindya, dan Shandra) juga butuh "peradaban" dan bangunan-bangunan. Mungkin ini benar-benar di pelosok, pikirku, sempa khawatir. Tapi begitulah Praya, Lombok Tengah. Dari Praya, aku dijemput Pak Yusuf, Operasional Manager dari kantor dan dibawa menuju kota Mataram,, yeps, surat tugas untuk kita dari kantor pusat bertuliskan "AREA MATARAM". Kota yang sepi, tapi lumayanlah. Ada mall, ada hiburan, ada KFC, PH, Mc.D, Gramedia, dll, tapi tak ada bioskop (T.T)..
Overall, not bad laah, ada hiburan bangunan dan ada wisata alam, dilengkapi kualitas wisata kuliner disini yang menggiurkan. Aku bisa betah di sini dan bisa juga membuat beberapa orang yag ingin berwisata di Lombok merasa iri. Bersyukur ditempatkan di kota ini, Mataram.


Namun rasa lega itu ta bertahan lama. Pak Yusuf menjelaskan : "Area Mataram ini luas sekali, mencakup Nusat Tenggara Barat (NTB) sampai Nusa Tenggara Timur (NTT), dan kalian harus siap ditempatkan di sepanjang kepulauan Nusa Tenggara ini. Kalian masih muda, banyak-banyaklah mengambil pengalaman dengan merantau lebih jauh".
Enough~... Mataram is OK, sesepi-sepinya Mataram, masih mending di sini kota. Tapi kita harus siap kapanpun dipindahtugaskan oleh pihak Area di manapun di kepulauan Nusa Tenggara.
Mataram itu kota yang enak, tapi kalau jauh ke timur, kata orang-orang sini, kurang enak. Daerah lebih pelosok, terkadang susah air, minim hiburan, minim fasilitas infrastruktur kota (kecuali Kupang), yang paling penting : makin susah balik ke Jogja karena gak ada penerbangan langsung, dll...

Dari NTB hingga NTT. Dari Mataram hingga Kupang. Dari cabang Ampenan hingga cabang Atambua (yang mepet banget sama Timor Timur). Dari Pulau Lombok sampai Pulau Timor. Dari sebelah kirinya Pulau Komodo hingg sebelah kanannya Pulau Komodo.
Jaaaauuuuhhh... cakupannya ibarat dari Bandar Lampung hingga Denpasar, lebih jauh dari jarak ujung ke ujung Pulau Jawa.
Jauh pun, asal masih satu daratan, masih tergolong nyaman buat dijalani. Sayangnya, ini sudah beda daratan, berbentuk kepulauan, dimana daerahnya banyak yang terpencil dan minim fasilitas.


Awal hingga pertengahan Juli (kira-kira), bakal ada panggilan dari HC Pusat di Jakarta, untuk SK yang lebih lanjut lagi. SK itu berisi, apakah kita akan dipindahtugaskan di tempat lain (SK baru), atau tetap bertahan di SK yang sebelumnya.
Kalau bertahan dengan SK lama, yang bertuliskan "Area Mataram", maka harus siap di sepanjang kepulauan tersebut.

Harap-harap cemas.
Tapi mau gak mau harus dihadapi.
Sehabis panggilan dari HC Pusat untuk tanda tangan kontrak yang baru itu. Nasibku ditentukan lagi, untuk kedua kalinya oleh para HC. Jika dipindahtugaskan, dan di Jawa, aku akan sangat bersyukur.
Tapi jika tetap di Area Mataram, dan dapat yang agak jauh ke timur lagi,,, akan ada lebih banyak kisah yang bisa kuceritakan...

FIGHTING !!!
»»  Baca Selengkapnya...

Jumat, 13 Juni 2014

Lombok : My Next and Newest Journey

Lama banget nggak nulis blog. Di sini, sinyal internet untuk provider langgananku nggak ada sama sekali. Mau gak mau, untuk sementara nulis blog pakai SmartPhone. Dimana aku ?? Lombok !! Bagaimana bisa aku di sini ?? Ini karena ulah surat.

Beginilah kisahnya...

2 minggu lalu. Tanggal 30 Mei 2014, kami seluruh anak-anak ODP Bank Mandiri Regional 28 dikumpulkan di sebuah gedung yang disebut Plaza Mandiri. Sore itu, kami semua penuh harap-harap cemas, dag dig dug, dan rasa khawatir yang meluap-luap menanti sebuah pengumuman : OJT PENEMPATAN.
Tak bisa dipungkiri, penempatan ini akan merubah jalan cerita dalam kehidupan kami semua. Dan ironisnya, semua seolah-olah ditentukan oleh para HC (Human Capital).

Dan tibalah saatnya....
Aloysius Rico, CBC Samarinda floor Tarakan. Itulah nama yang dipanggil pertama kali. Cukup kaget mendengar pengumuman itu. Dan pengumuman-pengumuman berikutnya, sebagian besar jatuh ke luar Jawa.

Aku duduk deret ke tiga, di ujung paling kiri ku ada Nindya, dan sebelah kiri ku persis ada Shandra.
Pengumuman berlanjut...

Nindya Tri Kusumawardani, Area Mataram (KanWill Denpasar) ; Nindya diam seperti tak mampu berucap apapun.
Shandra Kusumadewi, Area Mataram (KanWill Denpasar) ; kulihat pandangan shock di mata Shandra.
Surya Budi Haryono,,,,,,akhirnya namaku dipanggil,,,, Area Mataram (KanWill Denpasar).

Shock dan stun selama beberapa detik. Otak mencoba menerawang peta Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dan berhasil mendefinisikan Mataram sebagai ibukota Nusa Tenggara Barat yang ada di Pulau Lombok. Yak ~ Lombok !!
Tahapan selanjutnya yang dilakukan otakku adalah POSITIF THINKING. Akibat dari ujian (hidup) yang selalu dialami, sepertinya sudah bisa mulai belajar positif thinking.
LOMBOK !!! Ini namanya liburan dibiayai. Aku terus berfikir seperti itu, mencoba mengikis harapan ditempatkan di Jawa, mencoba mengalihkan perasaan yang kalang kabut kacau, bener-bener aku gak bisa mendifinisikan apapun. Mencoba bersyukur, sekalipun ditempatkan di bagian funding, padahal sangat ingin di bagian lending.

Hal yang bisa kulakukan, pasrah dan menerima sepucuk surat penempatan (Surat Tugas) dan tiket pesawat yang sudah disediakan, dan mendengar pengarahan demi pengarahan dari kantor.


Hari Sabtu berikutnya. Dimana akhirnya bisa menelepon ibu, setelah hari Jumat malam kemarin baru sempet memberi kabar pada bapak. Kupikir ibu bakal shock dan khawatir anaknya ini pergi jauh (dulu pas awal-awal aku mutusin merantau ke Jakarta, ibu khawatir banget, apalagi sekarang, aku ke luar pulau). Tapi aku salah, nada bangga kudengar dari setiap kalimatnya, seperti tanpa ragu menyemangatiku dan mendukung seluruh jalan pilihanku dan karirku. Karena itu, tak mungkin aku mengumbar cerita ke ibu, kalau sebenarnya aku masih pengen di Jawa.
Karena ibuku, aku maju tanpa ragu, yang kata orang : carilah pengalaman di tanah seberang.

Tanpa ragu lagi dan penuh semangat, kulambaikan tangan perpisahan kepada teman-temanku, kepada Jakarta, kepada Jogja, kepada Pulau Jawa.
Pukul 13:50 WIT, kuinjakkan kakiku pertama kali di Lombok Praya International Airport.
Dan di sinilah, cerita baruku bermula !!

FIGHTING !!!!


»»  Baca Selengkapnya...

Selasa, 01 April 2014

Edufina di Kemang : Trainee Jiwa Mahasiswa

Diantara temen-temen sekelas, bisa dibilang, aku adalah orang yang terkenal "pelit". Bukan pelit nggak mau berbagi lho, maksudany pelit di sini itu, pelit pengeluaran, alias super iriiiitt banget untuk urusan pengeluaran sehari-hari. Bukan karena gaji gak mencukupi kebutuhan sih, tapi cuma kebiasaan super irit aku udah mendarah daging kayaknya. Hahaha~

Jakarta, di sini lah aku tinggal untuk sementara waktu menjalani ODP Mandiri. Bagi pembaca blog ini, atau yang sekedar lewat dan juga seorang ODP Mandiri, mungkin bisa nih ngikutin jejak saran ane, atau tips ane. Langsung aja deh, aku mau berbagi tips berhemat di sini.

Tips survive biar kantong tebel di Kemang (ODP Mandiri only) :
1. Cari kos yang murah.
Kos aku sih sebenernya mahal, 1jt/bulan. Tapi nyaman, jadi buat aku it's okay lah. Tapi kalau mau berhemat, cari deh kos'an yang 600rb-800rb/bulan di Kemang. Atau kalau nggak, sekamar berdua, dijamin lebih irit.
2. Makan sebanyak-banyaknya di LPPI
- Break pagi ambil jatah lebih, biasanya ada jatah lebih kok
- Makan siang, ambil yang banyak, kalau perlu double porsi, lauknya dua. Bahkan temen ane, ada yang ampe bawa kotak bekal buat bungkus lauk dimakan di kos. Belum pernah coba, tapi layak dicoba.
- Break sore ambil jatah lebih yang tersisa, minim makan 3 lah. Kalau perlu, jangan ragu sikat punya kelas lain yang masih tersisa belum dimakan. :D
3. Kalau lapar, sore pulang dari LPPI, beli siomay di depan LPPI.
Cuma 5rb doank boleh kok. Pengeluaran per hari ku juga sekitar 0-10rb/hari cuma buat cemilan ini, itu aja kalau pas lapar aja beli nya.
4. Investasi Heater.
Kalau di kos gak ada kompor, beli heater atau pemanas listrik. Buat bikin mie instant atau energen kalau lapar.
5. Minimalisir kongkow boros
Aku sih kadang ikut kongkow, kadang nggak, tujuannya biar bis irit duit. Hahahaha~... tapi teteplah, utamakansosialisasi sama temen. Yaaa~ pinter-pinter berbagi waktu lah.
6. Beli peralatan / stationery / toiletries seperlunya
Ini susah ngaturnya, habis ya mau gak mau beli, macam sabun, shampo, kapur barus atau pewangi ruangan atau sejenisnya. Aku malah lebih boros di sini daripad buat makan.

Pengeluaran ku buat makan, minum, snack, ngemil, perlengkapan kos, belanja keperluan mandi, MCK, dan toiletries, rata-rata sekitar 20rb perhari. Irit kan ??

NB :
Tapi itu belum buat belanja baju, kaos, sepatu, beli HP, dll lho.. Entah kenapa, seirit-iritnya aku buat keseharian tetep aja boros pas weekend buat shoping. Hakakaka~ :bata:
»»  Baca Selengkapnya...

Sabtu, 15 Maret 2014

Blog Curhat : Malam Minggu di Kemang

Saatnya blog curhat lagi... Malam Minggu telah tiba... Setelah perjuangan semingguan, Senin sampai Sabtu, pusing-pusing di kelas. Akhirnya tiba juga saat santai : Malam Minggu. Malam dimana bisa leha-leha dan nyantai, hura-hura sampai malam (atau bahkan sampai pagi).


Bagaimana denganku ??

Seperti biasa, teman-teman se-angkatan ODP pada ngajakin buat kongkow dan kumpul bareng. Jujur, aku mau banget ikut mereka. Jarang aku kumpul malming sama mereka. Tapi dari mulutku cuma bisa keluar penolakan (padahal dalam hatiku, aku senang dan ingin lho).

Alasanku cukup beragam dalam penolakan ini :
1. Chemistry
Aku pengen menciptakan kenangan yang bagus dengan kalian, tapi tidak terlalu dalam. Karena aku tipikal orang yang mudah tersentuh dengan yang namanya "perpisahan". Karena aku tahu, akan berpisah dengan kalian, dan aku ingin membuatnya tidak terlalu berat bagiku.
2. Hemat
Jujur, terkadang pola hidup temen-temen agak hedon. Dan aku dari keluarga sederhana yang dididik selalu irit, menabung, dengan pengeluaran secukupnya dan seperlunya. Kalau aku sering keluar, maka bisa jadi boros. Padahal aku ingin memberi sebagian rejekiku untuk keluargaku. Kalau keluar tapi gak ikut jajan, padahal yang lain jajan, terkadang justru bikin temen-temen gak enakan. Aku ngindarin akward momment itu.

Yaaa... cuma mau curhat ini saja.. Semoga ada anak OPD Regional 28 yang mbaca ini ya.. hahaha~
jujur~ aku senang banget punya temen-temen asik kayak kalian... tak akan pernah aku lupakan sama sekali.. :)

Mandiri !! Terdepan Terpercaya Tumbuh Bersama Anda Yes Yes Yes !!!
»»  Baca Selengkapnya...